FGD dengan User Alumni dan Perancangan Kurikulum 2026 Teknik Industri 2026
Rangkaian kegiatan perancangan kurikulum 2026 teknik industri, memasuki tahapan selanjutnya, yaitu dengan melibatkan para user alumni, di tempat alumni bekerja. Pelibatan user ini merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan kurikulum prodi, karena masukan dari user dapat memotret kondisi lulusan dari program studi teknik industri UAD mulai dari keseuaian profil lulusan yang disusun oleh program studi hingga kemampuan soft skill dan hard skill alumni. Kegiatan FGD dengan pengguna alumni ini dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2025 dengan melibatkan 3 perwakilan dari 3 perusahaan yang berbeda tempat alumni teknik industri bekerja.


Sesi pertama pada kegiatan FGD ini diawali dengan mengundang Bapak Ferdian Refta Afra Yudha S.T., selaku perwakilan pengguna dari PT Mayora Indah secara daring. Menurut Bapak Ferdian sebagai pengguna, kemampuan dasar lulusan teknik industri UAD sudah cukup baik untuk dapat bersaing di dunia industri, namun perlu perbaikan dari sisi kemampuan berbahasa asing serta perlu meningkatkan kemampuan dalam kemampuan analisisnya. Pada sesi kedua, diisi oleh Bapak Jihaduddin Arif Indrawan, S.Si selaku perwakilan dari PT FROGS Indonesia. Secara umum, masukan yang diberikan oleh pihak FROGS sudah sangat positif baik dari sisi hardskill ataupun softskill alumni, terutama terkait inisiatif dan ide yang diberikan untuk perkembangan perusahaan, namun ada satu catatan penting dari user kedua kepada program studi, yaitu terkait pentingnya penambahan sertifikasi kompetensi calon lulusan, hal ini dikarenakan menurut pengamatan dari pengguna, secara kemampuan kognitif lulusan teknik industri UAD sudah sangat mumpuni, namun perlu ditambah kemampuan sertifikasi lain yang sejalan dan relevan di bidangnya, untuk dapat meningkatkan kemampuan para lulusan. Terakhir, pada sesi ketiga, dihadiri oleh Bapak Arviansyah Hermawan, S.T. yang merupakan perwakilan dari PT Wings Surya yang juga secara daring. Salah satu poin penting yang ditekankan oleh pengguna pada sesi ketiga ini adalah perlunya peningkatan kemampuan critical thinking dengan pendekatan kuantitatif yang kemudian dapat disajikan dalam bentuk data. Menurut beliau, kemampuan dasar dalam penyajian data untuk alumni teknik industri UAD sudah cukup, namun, apabila ingin menyasar pada posisi yang lebih tinggi, maka kemampuan penyajian data ini masih perlu ditambah lagi, hal ini juga disusul dengan perlunya peningkatan para calon alumni dalam presentasi, yang dirasa juga masih perlu ditingkatkan dan menjadi tugas program studi untuk dapat mencapainya.


Sebagai bentuk implementasi kerjasama antara Teknik Industri dengan PMI IC, pada tanggal 13 hingga 15 Juni 2025, Teknik Industri UAD menjadi Co-Host pada kegiatan Project Management Challenge (PMC) 2025 yang diselenggarakan di Yogyakarta. PMC merupakan kompetisi bergengsi yang merupakan menjadi salah satu icon kegiatan dari PMI IC yang menguji kemampuan dan pemahaman mahasiswa baik pada level sarjana ataupun di atasnya, terkait konsep project management dan bagaimana implementasinya. Perlombaan ini diikuti oleh 10 tim yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia, yang telah melewati proses seleksi dari sebanyak 46 tim dari seluruh universitas yang ada di Indonesia. Pada perlombaan ini, turut terlibat beberapa praktisi dan akademisi di bidang Project Management seperti, Prof. Budi Hartono, MPM, Ph.D.; Alin Veronika, M.T., PMP, Sri Reza Adji Anom, CAPM., dan Miss Geetha Gophal, PMP. Yang merupakan juri pada kompetisi ini. Teknik Industri melalui himpunan mahasiswa nya, memberikan support pada pelaksanaan PMC 2025 dengan memberikan bantuan SDM mahasiswa untuk mengatur dan mengelola event, selain itu, pelaksanaan summit PMC 2025 pada periode ini, juga dilaksanakan di RSB Lantai 5 Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan dan menjadi saksi munculnya juara baru pada pelaksanaan kompetisi ini yaitu tim SEI dari Universitas Indonesia sebagai juara 1; Team Gendhis dari Universitas Gadjah Mada sebagai juara 2 dan tim Karsa dari Universitas Gadjah Mada sebagai juara ketiga.
